19 Buku yang Saya Baca di Tahun 2023

03 Dec 2023 · 15 min read

Buku yang dibaca di tahun 2023

2023 akan berakhir, waktunya me-review apa yang sudah dibaca di tahun ini.

Tahun ini saya gagal menyelesaikan Reading Challenge dari Goodreads, yakni membaca 23 buku selama tahun 2023. Meskipun begitu, tujuan saya membaca bukan untuk menyelesaikan challege tapi supaya dapat hal dan pemikiran baru dari buku-buku yang dibaca.

saya akan membagikan semua buku yang saya baca di tahun ini. Baik itu yang sudah selesai dibaca, ada yang dibaca setengah atau sebagian, ada juga yang dibaca ulang.

Okeh..

Ini dia buku-buku yang saya baca di tahun 2023:

1. Sit Strong: Everyday exercises to stretch and strengthen your posture

Buku Sit Stong

[Cek detail bukunya di Amazon]

Buku pertama yang saya baca di tahun 2023 adalah buku Sit Strong. Buku ini berisi tentang tips gerakan-gerakan latihan setiap hari supaya tetap sehat dan postur tubuh menjadi lebih baik.

Buku ini sepertinya nggak bisa dibaca hanya sekali, karena berisi gambar ilustrasi tentang gimana cara latihannya.

Tapi yaa.. sayangnya, saya jarang menerapkan apa yang diajarkan di buku ini hehe 😅

Next, mungkin akan saya jadikan morning ritual sebelum mulai kerja di depan komputer.

Yang saya suka dengan buku ini, cover dan kertasnya tebal. Sehingga terlihat elegan. O ya, buku saya beli di BBW (online).

2. Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones

Buku atomic habits

Buku ini saya baca ulang, sebenarnya udah baca tahun lalu. Baca lagi tahun ini buat persiapan bentuk habits baru di bulan Ramadhan. Saya mulai membaca buku ini sekitar tiga minggu sebelum masuk bulan Ramadhan dan bisa selesai sehari sebelum Ramadhan.

Bulan Ramadhan memang bulan paling bagus buat bentuk habit baru.

Mengapa?

Ya, karena di bulan ini kita harus konsisten, seperti harus bangun pagi pukul jam 3~4 pagi untuk santap sahur. Harus berbuka di waktu magrib. Karena itu, menurut saya inilah bulan yang tepat untuk memulai habit baru.

Habit baru biasanya akan terbentuk setelah 40 haris. Itu, sih kata di bukunya Atomic Habits.

Tapi sayangnya habit baru yang saya bentuk waktu itu, nggak berhasil saya pertahankan hingga saat ini. Entah apa dulu pemicunya, sehingga saya tidak melakukan habit itu lagi.

Habit yang saya coba bentuk waktu itu:

  • Coding/belajar setelah sahur, sekitar pukul 04.00 sampai subuh. Tidak lupa sambil ngopi (tapi kata dokter, ngopi di jam segitu kurang baik.. huff)
  • Nyapu halaman sambil dengerin podcast/audio book di jam 06.00AM s/d 07.00 AM
  • Jam 8~11 mulai kerja, tidak lupa tidur siang sebentar.. sorenya bebas.

Mungkin karena trigger (sahur) sudah tidak ada lagi, makannya saya gagal melanjutkan habit ini.

Tapi tidak apa-apa, mari kita coba lagi nanti. Mudahan bisa bertemu bulan Ramadhan lagi.

3. Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia

Buku sapiens

Buku ini sebenarnya nggak saya baca, lebih tepatnya mendengarkan. Karena formatnya audio book. Jadi ada orang yang mebacakan bukunya, saya tinggal menyimak aja.

Awalnya agak kurang tertarik dengan audio book, tapi ternyata setelah tau cara menikmati audio book saya menjadi suka mendengarkan buku.

Jadi gimana cara saya menikmati audio book ini?

Tidak lain dengan habits:

  • Nyapu halaman sambil dengerin podcast/audio book di jam 06.00AM s/d 07.00 AM

Saat itu, lagi bulan puasa. Di jam-jam tersebut rawan untuk tidur. Saya mencoba membuat kebiasaan di jam itu. Jadi sehabis solat subuh, langsung jalan-jalan dulu sebentar. Setelah itu mulai eksekusi mendengarkan audiobook sambil nyapu daun dan sampah di halaman.

Hasilnya:

Selama dua minggu tanpa putus, buku Sapiens berhasil saya tamatkan.

Kalau di buku fisik, bukunya memang tebal.. sehingga tak mungkin rasanya bisa selesai baca dalam dua minggu. Tapi karena saya mendengarkan audiobook. Sehari 1~2 jam.. maka buku ini bisa selesai dalam waktu dua minggu.

Buku ini memang membuat saya menghayal dan berpikir. Pikiran Saya seolah-olah diajak traveling ke masa lalu, di zaman purba, di zaman sebelum bahasa ditemukan, di zaman uang belum ada, di zaman pertanian belum ada.

Poin penting tentang buku ini membahas tentang:

  • Revolusi kognitif
  • Revolusi Pertanian
  • Revolusi Sains

Di buku ini diceritakan, gimana lahirnya bahasa, uang, pertanian, kerajaan, negara, yang akan membuat pikiran saya traveling.

4. Homo Deus: A Brief History of Tomorrow

buku homo deus

Lanjutan dari buku Sapiens dengan penulis yang sama. Buku ini lebih banyak membahas tentang masa depan dan perkembangan ke depan.

Saya juga tidak membaca buku ini, melainkan mendengarkan audiobooknya. Lalu kalau tidak salah ingat selesai dalam dua minggu juga.

5. Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life

Buku ikigai

Buku yang ditulis Héctor García and Francesc Miralles ini selesai saya baca dalam satu minggu.

Tapi tidak membaca sih, melainkan mendengarkan audiobooknya hehe.

Waktu itu lagi musim panas dan cuacanya lagi panas-panasnya, tepatnya di bulan Oktober 2023. Saya sedang membantu memanen kacang tanah di sawah dengan tanah yang kering. Kacang-kacang itu nggak bisa dicabut karena tanahnya sangat keras dan panas. Mau tidak mau kita harus pacul.

Nah, sambil melakukan hal tersebut.. saya mendengarkan audiobook Ikigai. Karena sudah punya TWS bluetooth jadi enak macul sambil dengerin audiobook.

Buku ini berisi tentang Ikigai, gimana orang-orang bisa hidup panjang. Beberapa hal menarik yang bisa saya ambil di buku ini:

  • Hara haci bu – Makan dengan 80% kenyang, jadi nggak sampe 100% atau lebih.
  • Live in the moment
  • Nggak pensiun dengan Ikigai
  • Surrounded yourself with good friends

6. Building a Second Brain

Buku second brain

Buku yang ditulis oleh Tiago Forte ini berisi tentang gimana cara mengelola catatan. Baik catatan digital maupun catatan fisik.

Sehingga catatan tersebut bisa jadi otak ke-2 (Second Brain) dan kita tak perlu membebankan otak utama untuk mengingat banyak hal. Karena tugas otak utama untuk mikir dan memproses informasi.

Pada buku Building a Second Brain ini dikenalkan dua metode untuk mencatat:

  1. CODE = Capture, Organize, Distill, and Express
  2. PARA = Project, Areas, Resources, Archives

CODE adalah singkatan dari Capture, Organize, Distill, Express. Bisa dibilang ini workflow yang dikerjakan dalam membuat Second Brain. Jadi kita nggak cuma mencatat (Capture) aja, tapi kita Organize (menata).. lalu Distil (menyusun catatan jadi sesuatu yang bermakna).. terakhir Express membagikannya ke orang lain. Express ini bisa dalam bentuk blog, video, podcast, dll. Intinya ini produk akhir dari catatan yang sudah dibuat dari berbagai sumber. Ini sangat cocok buat content creator seperti saya.

O ya, sumber catatannya ngga hanya bersumber dari external seperti buku, artikel, video, dll. Tapi juga dari pikiran-pikiran liar yang kebetulan lagi dipikirkan. Biar nggak lupa, langsung catat ke dalam Second Brain.

Lalu untuk PARA sebenarnya metode yang dipakai buat organize catatan, yakni dengan membagi catatan menjadi empat kategori utama:

  1. Projects – berisi catatan project/task yang lagi dikerjakan.
  2. Areas – berisi catatan tentang hal-hal yang menjadi fokus kita untuk jangka panjang. Misalnya seperti habits, finansial, skill, dll.
  3. Resources – berisi catatan tentang hal-hal yang menarik untuk dibaca nanti. Misalnya kumpulan quote, inspirasi, ide-ide, referensi, dll.
  4. Archive – berisi semua catatan dari ketiga kategori di atas yang udah nggak dipakai lagi.

Sejauh ini pengalaman saya menerapkan second brain cukup oke. Rasanya lebih teroganisir.

Untuk capture saya pakai:

  • Google Keep – buat capture/catat ide-ide liar yang lagi dipikirkan
  • Buku catatan fisik – agak jarang dipakai, cuma kalau butuh coret-coret kadang pakai ini.
  • Kindle Highlight – buat nyatat kalo lagi baca buku di Kindle

Untuk organize saya pakai:

  • Obsidian
  • Notion – agak jarang dipakai, karena udah merasa nyaman pakai obsidian

7. Baca Kilat 3.0

buku baca kilat

Buku ini saya baca ulang, Saya baca ulang karena udah lupa isi buku ini.

Dulu pernah baca dan mencoba melakukan baca kliat. Hasilnya.. sepertinya waktu itu berhasil. Saya bisa menamatkan buku dengan cepat, nggak sampe sejam hehe.

Metode yang dipakai memang agak aneh. Membaca buku dengan pikiran bawah sadar, lalu melakukan self-hipnosis agar bisa menangkap informasi dengan cepat tanpa harus bepikir. Baca kliat harus dilakukan dengan super fokus.

Untuk detail caranya saya belum bisa ceritakan di sini. Tapi ada satu prinsip membaca yang mungkin bisa diambil:

  • Baca buku ga harus dari halaman pertama sampai selesai
  • Baca bab-bab yang memang bikin kamu penasaran aja
  • Bikin mindmap setelah selesai baca (active reading)

Tapi yaa.. saya tidak menerapkan baca kliat di tiap kali baca buku. Kadang ada buku yang dibaca dengan Slow reading lebih terasa enjoy, daripada dibaca dengan baca kliat.

Namun, baca kliat tetap membantu buat sedot informasi dari buku dengan cepat.

6. Berani Tidak Disukai

Berani tidak disukai

Buku ini belum selesai saya baca. Baru baca sampai malam ke-2. Ceritanya ada seorang pemuda yang lagi bicara dengan seorang filusuf.

Baru baca kulitnya aja, dan saya suka dengan isi bukunya. Apa yang dibicarakan pemuda dengan filusuf sangat relate dengan kehidupan.

Buku ini enaknya dibaca dengan santai sambil menghayati arti dan maksud dari pembicaraan si pemuda dan si filusuf.

Saya akan melanjutkan baca lagi buku ini sampai tuntas di tahun 2024.

7. Extreme Programming: A gentle introduction – Don Wells

Buku yang berisi tentang pengenalan eXtreme Programming (XP). Buku ini bisa dibaca secara online di http://www.extremeprogramming.org/.

Isinya tentunya tentang pengenalan XP. XP adalah salah satu metode dalam pengembangan software. Beberapa perushaan sudah mengadopsi metode ini.

Saya tertarik belajar XP karena ingin eksperimen mencobanya di tim yang kecil. Apakah akan lebih efektif dibandingkan Scrum?

Silakan coba eksperimen sendiri hehe.

Yang membuat saya tertarik di XP, karena ada Pair Programming.. di mana dua programmer bekerja pada satu komputer. Satunya jadi tukang ketik coding, dan satunya lagi jadi tukang arahin (navigator).

Ini akan membuat kerja lebih fokus dan terjadi interaksi di dalam tim. Biasanya yang jadi navigator adalah senior yang sudah punya pengalaman di dalam project dan dia akan lebih mudah mentransfer ilmunya ke junior yang baru bergabung di dalam project. Bisa juga sebenarnya gantian siapa yang jadi navigator, siapa yang jadi driver.

Selain itu, saya juga baca-baca buku yang dari Kent Back

Buku eXtreme Programming

8. Why We Sleep

Buku why we sleep

Buku ini belum selesai saya baca. Baru baca di bab yang membahas tentang mimpi saja. Karena tertarik dengan pendapat penulisnya tentang dunia mimpi dan lucid dreaming, hehe.

Mungkin nanti saya akan lanjut baca lagi sampai tuntas.

9. Write Good or Die

Buku write Good or Die

Buku ini berisi tips-tips atau saran-saran menulis dari beberapa penulis yang dikumpulkan dalam satu buku: Write Good or Die.

Beberapa saran kadang membuat saya tertampar dan buku ini sepertinya saya harus baca berulang-ulang saat motivasi menulis lagi down atau lagi kena writer block biar kembali lagi semangat menulisnya.

10. TED Talks Storytelling

Buku TED Talks storytelling

Saya lupa isi bukunya, tapi yang jelas buku ini membahas tentang gimana cara public speaking seperti pada TED Talks dengan storytelling.

Nanti saya coba baca ulang, kalau dibutuhkan.

11. Pemrogram Rp 100 Juta

Buku pemrogram 100jt

Buku ini sebenarnya masih proses ditulis dan masih tetap diupdate. Kata penulisnya buku ini kira-kira akan selesai pada bulan Mei 2024. Bisa dipantau progress-nya di sini: https://arjunaskykok.com/buku-pemrogram-rp-100-juta/.

Dulu saya beli seharaga 49rb, karena beli di awal jadi lebih murah. Nanti kalau sudah selesai, harganya akan jadi 350 ribu.

Saya baru baca beberapa bab saja.

12. Bodo Amat, Ini Prinsip Gue!

Buku Bodoamat ini prinsip gue

Buku yang ditulis oleh Dewa Eka Prayoga, sempat baca beberapa BAB dan belum dilanjutin lagi. Isinya tentang prinsip-prinsip menjalani hiup dan berbisnis dari Dewa Eka Prayoga.

13. JADAM Organic Farming

Buku JADAM

Karena saya lagi tertarik belajar ilmu pertanian, saya pun menemukan buku ini. Buku ini berisi tentang cara bertani organik yang hemat biaya. Buku ini ditulis oleh Youngsang Cho, petani dari korea.

Ada tiga bagian yang dibahas di buku ini:

  1. Gimana mengelola tanah;
  2. Gimana membuat pupuk organik;
  3. Gimana mengatasi hama dengan pestisida organik.

Ilmu JADAM ini belum saya coba. Melihat kondisi tanah di indonesia berbeda dengan di korea, saya belum tahu akan berhasil atau tidak.

14. Project UnLonely: Healing Our Crisis of Disconnection

Buku Project UnLoneley

Tertarik baca buku ini karena judulnya Project UnLonely. Ini membuat penasaran tentang apa yang dibahas di buku ini. Selain itu penulisnya juga seorang dokter.

Setelah membaca beberapa halaman, saya menjadi paham tentang penyakit Lonely (kesepian). Penulisnya menyebut kesepian adalah penyakit. Bahkan level bahayanya disamakan dengan Covid. Namun tidak banyak orang yang sadar tentang ini.

Jadi kesepian itu sebenarnya perasaan terputus (disconnected). Seperti HP yang lagi airplane mode. Mungkin kamu pernah merasakan, tidak mau dihubungi siapa-siapa, tidak kenal siapa-siapa di bumi ini. Kira-kira rasanya seperti itu. Memang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi perasaan kesepian ini benar-benar ada dan kadang sampai menyebabkan ganguan jiwa dan kematian. Oleh sebab itu, penulisnya menganggap ini seperti pandemi Covid-19.

Kalau saya tidak salah tangkap, ada tiga macam jenis kesepian yang dijelaskan di buku:

  1. Kesepian karena kehilangan/terputus dengan seseorang (cirinya: rasa rindu)
  2. Kesepian karena terasingkan (nggak dianggap di masyarakat)
  3. Kesepian karena eksistensi (merasa nggak terhubung dengan diri sendiri)

Lalu apa solusi yang ditawarkan biar ga kesepian?

Menurut bukunya:

Maaf saya belum selesai baca sampai sana, hehe.

Tapi sebagai gantinya ini saya share beberapa highlight pilihan di buku ini.

Highlight on page 8:

Psychologists studying this phenomenon have identified loneliness as one of the seven cognitive indicators of despair, along with low esteem, “feeling sorry for oneself,” and feeling worried, hopeless, helpless, and unloved. Loneliness won’t just make you miserable. It can kill you.

Highlight on page 9:

Feelings of connection can be conveyed online, provided that the online exchange is a meaningful two-way, authentic, personal conversation.

Highlight on page 10:

We fear that being lonely means we are weak, deficient, unattractive, or worthless.

Highlight on page 12:

A lonely person may judge himself harshly for being lonely, and then avoid seeking help because he fears being judged or ridiculed by others.

My lonely patients felt like no one had their back. In some cases, their loneliness was so profound it was a greater threat to their health than their diagnosed illness.

I also wrote into their medical records what we call a “social history” of their responses to questions about spouses, children, relatives, and even pets. I found that many of my patients with severe chronic illnesses were living alone and lacked routine contact with other people.

loneliness is not a disease, and there is no course of medical treatment for it.

Highlight on page 14:

For many years now, I have sought to address loneliness both as a public health issue and as a challenge to what it means to be a happy, healthy, contributing member of society, to thrive and flourish.

Loneliness is not an illness, like diabetes or depression, although it’s been implicated as a cause for these and other illnesses.

Loneliness is defined by social psychologists as the feeling that there is a gap between the connections we would like to have with other people and what we actually experience.

Loneliness is experienced as “something missing.” It is a completely subjective feeling. Only you can say that you are lonely. If you feel lonely, you’re lonely.

Highlight on page 15:

Similar feelings of loneliness can come from being in a failing marriage, a toxic workplace, or a new city, despite the many people we may cross paths with.

isolation can lead to loneliness, it doesn’t always.

Highlight on page 16:

Modern life is a loneliness engine, a machine that converts our discomfort into behavioral, attitudinal, and physical changes.

Growing feelings of disconnection from ourselves and others, especially for those already marginalized, will greatly accelerate the already rising rates of addiction, depression, and suicidality while also increasing the prevalence and lethality of heart disease, diabetes, and dementia.

Highlight on page 19:

My hope is that by the time you reach the final pages, you will have transformed your understanding of what it means to be lonely, what it means to be creative, and what it means to be connected—to be UnLonely. As I’ll show, all three are central to our questions of what it means to be human, how we can share our unique selves with others, and how we can celebrate our common humanity.

Masih banyak lagi highlight yang belum saya cantumkan.

Waaa.. ternyata banyak juga yang saya highlight walalu cuma baru baca 30% dari bukunya. Mungkin karena saya membaca dengan seksama, jadi hal-hal menarik dibuku ini saya highlight.

15. 360 Leader

Buku tentang leadership.

buku 360 leader

Dari buku ini, saya jadi tahu tentang mitos-mitos leadership. Seperti:

  • Leader itu nggak perlu di posisi paling atas dalam sebuah organisasi
  • Leader itu bisa ke atas (gimana nge-lead atasan), ke bawah (gimana nge-lead bawahan), ke samping (gimana nge-lead rekan kerja), ke dalam (gimana ngelead diri sendiri), makanya judulnya 360 leader.
  • Leader itu sebenarnya mempengaruhi supaya bisa diikuti.

Buku ini belum selesai saya baca. Namun baru baca sedikit saja sudah dapat insight baru tentang leadership. Next pastinya saya akan baca lagi.

16. Buku Latihan untuk Calon Penulis

Buku latihan untuk calon penulis

Sebenarnya buku ini bukan untuk dibaca, tapi untuk ditulis. Isinya beberapa quote dan saran sesuatu untuk ditulis dan disertai tiga lembar kosong untuk kita tulis sendiri.

Jadi nanti, kalau ngikutin petunjuk di buku.. pada akhirnya akan berisi semua tulisan yang kita tulis sendiri.

Sampel isi buku latihan untuk calon penulis

17. Mantra – Deddy Corbuzier

Buku mantra

Entah gimana caranya saya bisa nemu buku ini. Tapi ini menarik untuk dibaca.

Buku yang ditulis oleh Deddy Corbuzier saat dia masih menjadi master mentalis. Di dalam buku ini dia membongkar beberapa trik psikologi yang dipakai dalam memanipulasi mental dan pikiran.

Sangat menarik, saya saat membaca contoh kasus cerita dalam buku ini mearasa seperti dimanipulasi mentalnya. Rasanya seperti kena hipnotis wkwkw.

Ehh.. kok bisa gitu?

Logikanya gimana?

Ooo.. ternyata begitu.

Begitulah reaksi saya dalam pikiran saat membaca buku ini.

Buku ini belum selesai saya baca dan tentu akan melanjutkannya lagi.

18. Bagaimana Menjadi Penulis Paling Cepat di Muka Bumi – A.S Laksana

Buku bagaimana menjadi penulis

Isi buku ini adalah kumpulan tulisan A.S Laksana di blognya.

Tapi..

Membaca buku ini rasanya seperti ditampar oleh kalimat-kalimat A.S Laksana.

Salah satu ajarannya menyarankan membuat deadline untuk tulisan atau project buku. Kalau nggak ada deadline.. rasanya project penulisan itu nggak penting dan akan tertunda sampai meninggal. Haha

Kalau nggak mau itu terjadi, mulai sekarang menulislah.. menulis cepat, menulis buruk, edit nanti.

19. The Big Book of Drawing

Buku the big book of drawing

Saya sengaja membaca buku ini, siapa tau bisa membangkitkan lagi skill menggambar yang sudah lama tenggelam.

Isi buku ini berupa penjelasan tentang material untuk menggambar dan teknik dasar menggambar. Seperti menggambar menggunakan pensil, crayon, spidol, pen, dll.

Yang menarik, ada contoh gambar yang dihasilkan oleh seniman-seniman jaman dulu dengan memakai berbagai material.

Saya belum selesai membaca buku ini dan rasanya kurang cocok jika hanya dibaca sekali.

Perlu diulang-ulang.

Enaknya si dibaca sambil latihan menggambar, jadi kalau ada kesulitan bisa liat beberapa bab. Misalnya lagi nyoba latihan gambar presfektif.. nah tinggal liat bab yang membahas tentang presfektif.

Apa Selanjutnya?

Selanjutnya yaa baca lagi..

Di tahun 2024 ini ada beberapa buku yang sudah masuk list untuk dibaca.

Apa itu?

Masih rahasia, hehe.

Besok saja kita review kalau sudah dibaca.

Kalau kamu punya rekomendasi buku untuk dibaca, mari share di komentar.