Tahapan Menulis Artikel di Blog


Update terakhir:

Saya baru menyadari, kalau selama ini cara saya menulis memang salah. Saya menulis draft, sekaligus mengedit, dan membuat gambar ilustrasinya.

Jadi kurang fokus pada menuangkan isi pikiran yang akan ditulis. Akibatnya pembutan artikel jadi lama dan berakhir menjadi draft.

Setelah saya mencoba untuk fokus di satu saja, ternyata hasilnya lumayan berbeda.

Pertama: Menulis Draft

Saya menulis apa yang sedang terlintas dipikiran tanpa memperhatikan typo dan kalimat yang bagus. Tulis saja apa adanya.

Hasilnya saya bisa menulis sekitar 200 baris teks draft dalam bebera menit.

Jadi di tahapan ini fokusnya satu saja. Tuliskan apa yang terlintas di pikiran. Jangan pikirkan typo, screenshot, gambar, dll.

Fokus tulis yang ada dipikiran!

Titik. 😝

Kedua: Proses editing

Pada tahapan ini saya melakukan editing terhadap kalimat dan typo yang dilakuan. Jadi sekarang sudah fokusnya berbeda dengan tahap pertama.

Bisa jadi pada tahapan ini akan muncul kalimat baru yang lebih bagus dari ide sebelumnya. Karena pada tahapan ini saya membaca ulang. Ada baiknya juga membaca dengan kacamata pembaca (maksudnya sudut pandang orang yang akan membaca artikelnya).

Apakah kalimatnya akan dipahami atau tidak oleh pembaca?

Ketiga: Menambahkan Gambar

Gambar adalah hal yang sering saya tambahkan di tulisan, karena akan membuatnya terlihat menarik.

Nah pada tahapan ini, biasanya saya melakukan editing dan desain gambar sambil mencari referensi gambar yang bagus di internet.

Akhir Kata…

Ternyta selama ini saya sudah menulis dengan cara yang salah. Tiga tahapan dilakukan sekaligus yang membuat tulisan saya lama terbit.

Setelah menggunakan tahapan di atas, saya merasa proses menulis menjadi lebih cepat. Mungkin akan lebih lama pada tahapan editing dan desain gambarnya.

Oya, tulisan ini juga dibuat dengan tahapan di atas.

Bagaimana caramu menulis?

Barangkali ada yang mau kasih masukan.